Sabtu, 06 Oktober 2007

Cek Sepeda Motor Sebelum Mudik

MUDIK dengan sepeda motor semakin digandrungi masyarakat. Pemerintah pun memprediksi jumlah pemudik sepeda motor tahun ini meningkat sekitar 30% dibandingkan dengan tahun lalu menjadi 2,5 juta unit. Itu bisa dimengerti karena sepeda motor lebih mobile, efisien, dan praktis tiba di tujuan.

Seperti halnya kendaraan roda empat, sepeda motor pun harus diservis sebelum dipergunakan untuk mudik. Alasannya, sepeda motor yang berada dalam kondisi prima membuat perjalanan mudik menjadi lebih nyaman. Sebaliknya bila motor itu dalam kondisi yang tidak "fit", justru bisa jadi merepotkan.

Untuk itu, sepeda motor mutlak harus diperiksa ke bengkel. Check up kondisi sepeda motor bisa dikelompokkan menjadi tiga bagian penting, yaitu mesin, sistem mekanik, dan kelistrikan.

Mesin sebagai sumber penggerak sepeda motor harus dicek kondisinya secara teliti. Pemeriksaan mesin dibagi dalam tiga kategori, yaitu bagian dalam mesin, bagian luar, dan perangkat pendukung kinerja mesin. Pengecekan bagian dalam terdiri atas pemeriksaan kompresi, setelan celah klep, rantai keteng, dan pelumasan.

Pemeriksaan kompresi hanya bisa dilakukan di bengkel karena memerlukan alat khusus, compression gauge atau kompresi meter. Gangguan yang terjadi pada tekanan kompresi dibagi menjadi dua bagian, yaitu tekanan di bawah standar dan di atas standar. Tekanan di bawah standar disebabkan adanya gangguan pada sistem mekanisme klep, masalah pada kepala silinder dan piston, serta silinder. Untuk tekanan di atas standar disebabkan endapan arang (karbon) yang berlebihan pada kepala piston dan dinding ruang bakar.

Penyetelan klep dilakukan untuk memaksimalkan pembakaran dalam ruang bakar. Jika jarak klep terlalu renggang, akan terdengar bunyi mesin yang tidak normal (tappe noise). Sebaliknya, jika terlalu rapat, kinerja mesin tidak maksimal pula karena kompresinya berkurang. Pabrikan sepeda motor merekomendasikan ukuran standar antara 0,004 mm hingga 0,008 mm untuk celah klep masuk dan buang.

Rantai keteng perlu diperiksa pula. Peranti sangat vital karena berhubungan dengan kerja cam timing yang memengaruhi performa mesin dan efisiensi bahan bakar. Kondisi rantai keteng yang sempurna adalah tidak terlalu tegang atau longgar. Ketegangan rantai yang sempurna menyebabkan terjadi keselarasan antara putaran kruk as dengan noken-as. Ini dapat membantu ketepatan pengapian dan pergerakan klep.

Cara pemeriksaan dilakukan dengan mendengar suara mesin dalam kondisi hidup. Kalau rantai keteng longgar, akan terdengar suara berisik. Sebaliknya, jika terlalu tegang akan keluar suara mendesing.

Komponen yang juga perlu diperiksa adalah busi, kabel busi, pengapian, karburator, filter udara, dan filter bahan bakar. Disarankan untuk mengganti busi, filter udara, dan bahan bakar dengan yang baru agar performa mesin maksimal.

Setelah itu, karburator perlu diservis pula. Itu penting karena sumber tenaga pembakaran berasal dari alat ini. Jika peranti ini terganggu, tenaga pun akan loyo dan boros bahan bakar. Untuk itu bersihkan "jeroan" karburator termasuk saluran anginnya.

Setelah komponen penting diservis, tentukan pula oli yang akan dipergunakan motor tersebut. Ini penting, selama mudik mesin motor akan bekerja ekstrem. Untuk itu diperlukan oli yang berkualitas. Agar aman, oli yang dipergunakan harus sesuai dengan rekomendasi pabrikan.

Demi kenyamanan perjalanan, cek komponen kaki-kaki, ban, rem, rantai, dan setang. Pengecekan suspensi dilakukan dengan cara ditekan. Bila asnya basah karena oli, berarti ada kebocoran. Solusinya ganti olisil dan tambah oli.

Di bagian rantai, diperiksa ketegangannya. Rantai yang terlalu tegang akan mengurangi umur rantai dengan cepat. Sebaliknya, rantai roda yang longgar bisa menyebabkan rantai lepas dari sprocket-nya dan dapat merusak komponen lain.

Sistem pengereman penting untuk diperiksa. Khusus untuk rem diskbrake periksa minyak rem, selang rem, kaliper, dan kampas rem. "Ganti kampas rem bila sudah tipis. Pakailah minyak rem sesuai spesifikasi khusus sepeda motor," kata H. Harjono Abdullah Khaer, Service Deputy Division Head PT Daya Adira Mustika, main dealer Honda Jawa Barat.

Sistem kelistrikan perlu diperiksa juga dengan teliti. Sepeda motor berteknologi modern terutama yang memakai pengapian DC-CDI sangat bergantung pada listrik yang berasal dari aki. Karena itu pemeriksaan bisa dimulai dari aki dengan cara mengecek ketinggian air aki yang sebaiknya berada pada posisi upper level. Jika kurang, tambahkan air aki. Kemudian periksa pula terminal kabel apakah masih baik atau tidak. Bila kondisi terminal aki banyak kotoran kerak putih, segera bersihkan dengan menyiramkan air panas dan kemudian sapu kotoran tersebut dengan sikat kawat.

Selanjutnya cek kondisi lampu-lampu dan klakson. Lampu penting untuk perjalanan malam hari agar pengendara sepeda motor bisa melihat jelas benda yang berada di depannya. Periksa apakah ada lampu yang putus atau menyala redup.

Skutermatik

Khusus motor skutermatik yang perlu diperiksa adalah kondisi CVT (continously variable transmission) atau V-belt. "Sabuk penyalur tenaga ke roda ini sangat penting diperiksa. Karena V-belt ini memiliki batas jarak pemakaian," kata Sahrial, Assistant Service Manager PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI) DDS Bandung.

V-belt yang berada dalam kondisi baik, memiliki ukuran standar antara sabuk dan alat pemeriksanya. Bila kondisi V-belt sudah rata, artinya sabuk tersebut telah aus dan harus diganti baru. Pabrikan merekomendasikan penggantian sabuk CVT setelah menempuh 25.000 km. Jika masa pakainya sudah mendekati angka km tersebut, sebaiknya diganti dengan yang baru.

Sabuk CVT memakai grease khusus yang tahan panas hingga suhu di atas 135 derajat Celsius. Gemuk ini berfungsi untuk memperlembut akselerasi skutermatik. Karena itu jangan memakai grease biasa yang mencair pada suhu 100 derajat Celsius.

Peranti berikutnya yang perlu dicek pada skutermatik adalah rem cakram. Dengan kapasitas mesin antara 110 hingga 125 cc, skutermatik bisa dikendarai dengan kecepatan cukup tinggi sehingga kinerja rem semakin berat. Untuk itu, gantilah pads dengan yang baru bila kondisinya sudah tidak bagus.

Hal lain yang perlu diperhatikan ketika melakukan perjalanan mudik memakai skutermatik adalah kapasitas tangki bahan bakar. Karena dirancang sebagai kendaraan perkotaan, kapasitas bensin dalam tangki rata-rata hanya 3 liter. Tentu saja dengan konsumsi bahan bakar 1 liter menempuh rata-rata 30 km, maka bensin 3 liter hanya cukup untuk jarak sekitar 90 km.

Pengendara skutermatik perlu waspada bila indikator bahan bakar sudah turun menyentuh huruf E. Itu artinya harus segera mampir ke SPBU terdekat. Satu tips yang bisa dipertimbangkana yaitu membawa bahan bakar cadangan yang dimasukkan ke dalam botol berukuran 1 liter. (ovi)***

source pikiran-rakyat

Tidak ada komentar: